Senin, 15 Oktober 2012

TEMPAT-TEMPAT WISATA DI TANAH KARO

1.Kampung Lingga





Kampung Lingga terletak di ketinggian sekitar 1.200 m dari permukaan laut, lebih kurang 15 km dari Brastagi. Lingga merupakan perkampungan Batak Karo yang unik, memiliki rumah-rumah adat yang diperkirakan berumur 250 tahun, tetapi kondisinya masih kokoh. Rumah tersebut dihuni oleh 5-6 keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Rumah adat Karo ini tidak memiliki ruangan yang dipisahkan oleh pembatas berupa dinding kayu atau lainnya. Objek wisata budaya terdapat di kampung Lingga lk 16 km ke arah selatan kota Brastagi. Sarana jalan cukup baik, dan transportasi umum tersedia.
Kampung Lingga memiliki bangunan tradisional seperti: rumah adat, jambur, geriten, lesung, sapo page dan museum karo. Geriten, digunakan sebagai tempat penyimpanan kerangka mayat keluarga tertentu yang dianggap istimewa. Rumah adat karo mempunyai ciri serta bentuk yang sangat khusus, didalamnya terdapat ruangan yang besar dan tidak mempunyai kamar-kamar. Satu rumah dihuni 8 atau 10 keluarga. Rumah adat berupa rumah panggung, tingginya kira-kira 2 meter dari tanah yang ditopang oleh tiang, umumnya berjumlah 16 buah dari kayu ukuran besar.

2. Air Terjun Sipiso-piso

 Foto: Tongging(Sipiso-piso)


Merupakan sebuah kawasan wisata alam yang terletak tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek. Hanya terpisah jarak sejauh 35 km Berastagi, Kabupaten Karo dan hanya memerlukan sekitar 45 menit dari Kota Medan.
Air Terjun Sipiso-piso terletak di perbukitan yang lebih tinggi dari Desa Tongging. Air terjun ini berada di ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut (dpl) dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena ditumbuhi hutan pinus.

 3. Bukit Gundaling






Berjarak kurang lebih 3 km dari Brastagi atau kurang lebih 66 km dari Medan. Bukit yang memiliki ketinggian 1.575 dari permukaan laut ini sangat nyaman sebagai tempat rekreasi keluarga.
Dari atas bukit ini pula pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Sibayak dan Sinabung. Lokasi wisata ini sudah dikenal sejak zaman Belanda sebagai tempat rekreasi yang mengasyikan

4. Lau Debuk-debuk





Taman Wisata Alam (TWA) Lau Debuk-debuk berlokasi di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi. Kawasan ini yang memiliki panorama alam yang indah dan udara bersih yang sejuk ini mempunyai luas area mencapai 7 hektar, dengan topografi yang didominasi permukaan tanah yang rata.
Air panasnya mengandung belerang dan diyakini dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Mata air panas ini muncul melalui retakan dari aliran lava di daerah selatan lereng Gunung Sibayak. Mata air panas ini kemudian ditampung ke dalam kolam-kolam. Terdapat 5 buah kolam pemandian yang temperatur airnya mencapai 35 derajat celcius dan suhu udara disana mencapai sekitar 27 derajat celcius. Sebagian dari para pendaki banyak memanfaatkan kolam-kolam air panas ini untuk melepaskan penat setelah melakukan pendakian, dengan cara berendam di dalam kolam tersebut.

5. Lau Kawar





Merupakan danau di kawasan ekosistem Leuser (KEL) terletak di kaki Gunung Sinabung berjarak sekitar 30 Km dari Kota Berastagi. Danau seluas 200 Ha ini bila dibandingkan dengan Danau Toba, memang hanya 1/6, namun pesonanya tidak kalah.
Lau Kawar adalah pintu masuk menuju Gunung Sinabung. Karenanya lokasinya sangat eksotis. Memasuki pintu gerbang Lau Kawar, di sisi kanan danau terletak Deleng Lancuk atau Bukit Lancuk yang biasa menjadi tempat tracking, cukup banyak anggrek hutan yang bisa ditemukan.

6.Tahura



 Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan berlokasi kira-kira 6 km sebelum Kota Brastagi dari Medan. Taman itu punya kebun binatang dengan pondok-pondok unik dan gajah tunggangan untuk anak-anak. Jalan setapak menuju hutan juga tersedia, untuk pengunjung yang ingin meneliti ataupun sekadar melihat tumbuhan hutan, anggrek-anggrek liar, pakis-pakis besar, berbagai tumbuhan kayu liar berselimut lumut dan jamur, beragam jenis kupu-kupu, burung-burung, kera, dan lainnya.

7.Gua Liang Dahar

 



 Gua ini terletak di Desa Laubuluh Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo.

8.Meriam Putri Hijau

Meriam Putri Hijau dapat kita temui di Desa Sukanalu dan Seberaya yang hingga sekarang masih dianggap oleh masyarakat mempunyai magic dan setiap tahun dibersihkan serta sesajen (upah) atau cibal-cibalen oleh masyarakat setempat. Jarak dari kota Berastagi ke Desa Sukanalu 23 Km dan ke Seberaya 7 Km.





9. Air Terjun Sikulikap

 Air Terjun ini mempunyai ketinggian jatuh 30 m dan jarak dari monumen Berastagi ke obyek wisata ini lebih kurang 11 Km. Dikelilingi hutan tropis tempat Gibon bergantungan yang kadangkala berteriak bersahut-sahutan dan di sekitar lokasi ini terdapat bajing, burung gagak, phyton dan kupu-kupu berwarna-warni.
 Untuk sampai ketempat ini dapat menggunakan bus besar atau kecil menuju Medan atau Berastagi dan menuruni tangga dari jalan pada perbatasan Karo-Deli Serdang.

10.Gunung Sibayak





Gunung Berapi Sibayak dalam keadaaan aktif berlokasi di atas ketinggian 2.172 m dari permukaan laut. Pendakiannya melewati hutan belantara tropis dan tebing yang penuh tantangan serta di puncak gunung terdapat hamparan dataran tempat berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang masih aktif mengeluarkan magma dan pemandangan yang indah dan menawan. Jarak dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian dari Desa Jaranguda 1,5 Km dari Desa Raja Berneh 15 Km. Lama pendakian diperkirakan lebih kurang 2 sampai dengan 3 jam.

11. Gunung Sinabung


Gunungapi Sinabung adalah gunungapi strato berbentuk kerucut, dengan tinggi puncaknya 2460 m dpl. Lokasi Gunungapi Sinabung secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Secara geografis terletak pada posisi 3o10’ Lintang Utara dan 98o23,5’ Bujur Timur.
Pendakian melewati belantara tropis dan tebing yang penuh dengan tantangan, dan puncak gunung terdapat hamparan untuk berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang mengeluarkan magma serta pemandangan indah yang menawan. Jarak dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian Gunung Sinabung dari desa Sigarang-garang, Lau Kawar, Mardinding memakan waktu lebih kurang 4 jam.



12.Taman Alam Lumbini


Taman Alam Lumbini ini terletak di Desa Tongkoh , Kecamatan Dolatrayat , Kabupaten karo , dekat di wilayah daerah Tujuan Wisata Brastagi , 50 kilometer dari Medan , Sumatera Utara.





Minggu, 14 Oktober 2012

KAIN ADAT SUKU KARO

Kain adat tradisional Karo (Uis Adat Karo) merupakan pakaian adat yang digunakan dalam kegiatan budaya suku karo maupun dalam kehidupan sehari-hari. Uis Karo memiliki warna dan motif yang berhubungan dengan penggunaannya atau dengan pelaksanaan kegiatan budaya.
Pada umumnya Uis Adat Karo dibuat dari bahan kapas, dipintal dan ditenun secara manual dan menggunakan zat pewarna alami (tidak menggunakan bahan kimia pabrikan). Namun ada juga beberapa diantaranya menggunakan bahan kain pabrikan yang dicelup (diwarnai) dengan pewarna alami dan dijadikan kain adat Karo.Beberapa diantara Uis Adat Karo tersebut sudah langka karena tidak lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari, atau hanya digunakan dalam kegiatan ritual budaya yang berhubungan dengan kepercayaan animisme dan saat ini tidak dilakukan lagi.Berikut beberapa contoh Uis Adat Karo.
1. Uis Beka Buluh

Ukuran : 166 x 86 Cm
Uis Beka Buluh memiliki ciri Gembira, Tegas dan Elegan. Kain Adat ini merupakan Simbol Wibawa dan tanda kebesaran bagi seorang Putra Karo.
Penggunaan:
  • Sebagai Penutup Kepala. Pada saat Pesta Adat, Kain ini dipakai Pria/putra Karo sebagai mahkota di kepalanya pertanda bahwa untuk dialah pesta tersebut diselenggarakan. Kain ini dilipat dan dibentuk menjadi Mahkota pada saat Pesta Perkawinan, Mengket Rumah (Peresmian Bangunan), dan Cawir Metua (Upacara Kematian bagi Orang Tua yang meninggal dalam keadaan umur sudah lanjut)
  • Sebagai Pertanda (Cengkok-cengkok /Tanda-tanda) yang diletakkan di pundak sampai ke bahu dengan bentuk lipatan segi tiga.
  • Sebagai Maneh-maneh. Setiap putra karo dimasa mudanya diberkati oleh Kalimbubu (Paman, Saudara Laki-laki dari Ibu, Pihak yang dihormati) sehingga berhasil dalam hidupnya. Pada Saat kematiannya, pihak keluarga akan membayar berkat yang diterima tersebut dengan menyerahkan tanda syukur yang paling berharga kepada pihak kalimbubu tadi yakni mahkota yang biasa dikenakannya yaitu Uis Beka Buluh.
2. Uis Jongkit dilaki.

Ukuran : 172 x 96 Cm
Uis Gatip Jongkit menunjukkan karakter kuat dan perkasa.
Penggunaan :
  • Sebagai pakaian luar bagian bawah untuk Laki-laki yang disebut gonje (sebagai kain sarung). Kain ini dipakai oleh Putra Karo untuk semua upacara Adat yang mengharuskan berpakaian Adat Lengkap.
3. Uis Gatip

Ukuran : 164 x 96 Cm
Uis Gatip Jongkit menunjukkan karakter Teguh dan Ulet
Penggunaan :
  • Sebagai Penutup Kepala wanita Karo (tudung) baik pada pesta maupun dalam kesehariannya.
  • Untuk beberapa daerah, diberikan sebagai tanda kehormatan kepada kalimbubu pada saat wanita Karo meninggal Dunia (Maneh-maneh dan morah-morah)
4. Uis Nipes Padang Rusak

Ukuran : 146 x 74 cm
Penggunaan :
  • Kain ini dipakai untuk selendang wanita pada pesta maupun dalam sehari-hari.
5. Uis Nipes Benang Iring

Ukuran : 154 x 62 cm
Penggunaan :
  • Kain ini dipakai untuk selendang wanita pada upacara yang bersifat duka cita.
6. Uis Ragi Barat / Ragi Mbacang

Ukuran : 144 x 65 cm
Penggunaan :
  • Kain ini dipakai untuk selendang wanita pada upacara yang bersifat sukacita maupun dalam keseharian.
  • Lapisan luar pakaian wanita bagian bawah (sebagai kain sarung) untuk kegiatan pesta sukacita yang diharuskan berpakaian adat lengkap.
7. Uis Jujung-jujungen

Ukuran : 120 x 54 cm
Penggunaan :
  • Kain ini dipakai hanya untuk lapisan paling luar penutup kepala wanita (tutup tudung) dengan umbai-umbai emas pada bahagian depannya.
8. Uis Nipes Mangiring

Ukuran : 148 x 64 cm
Penggunaan :
  • Kain ini dipakai wanita Karo sebagai selendang bahu dalam upacara adat duka cita
9. Uis Teba

Ukuran : 146 x 84 cm
Penggunaan :
  • Kain ini dipakai wanita Karo lanjut usia sebagai tutup kepala (tudung) dalam upacara yang bersifat duka cita
  • Pada beberapa daerah, kain ini dijadikan sebagai tanda rasa hormat kepada Kalimbubu (Maneh-maneh) pada saat orang yang sudah lanjut usia meninggal.
10. Uis Pementing

Ukuran : 168 x 72 cm
Penggunaan :
  • Kain ini dipakai Pria Karo sebagai ikat pinggang (benting) pada saat berpakaian Adat lengkap dengan menggunakan Uis Julu sebagai kain sarung.
11. Uis Julu diberu

Ukuran :
Penggunaan :
  • Untuk pakaian wanita bagian bawah (sebagai sarung) untuk upacara adat yang diharuskan berpakaian adat lengkap.
12. Uis Arinteneng

Ukuran : 140 x 84 cm
Penggunaan :
  • Alas pinggan pasu yang dipakai pada waktu penyerehan mas kawin
  • Alas piring makan pengantin saat makan bersama dalam satu piring pada malam hari usai pesta peradatan (man nakan persadan tendi/mukul)
13. Perembah

Ukuran : 160 x 67 cm
Penggunaan :
  • Untuk menggendong bayi
  • Untuk anak pertama, perembah diberikan oleh Kalimbubu seiring doa dan berkat agar anak tersebut sehat-sehat, cepat besar dan menjadi orang sukses dalam hidupnya kelak.
14. Uis Kelam-kelam

Ukuran : 169 x 80 cm
Kain ini bukan kain tenun manual, tapi hasil pabrik tekstil yang dicelup warna hitam menggunakan pewarna alami.
Penggunaan :
  • penutup kepala wanita Karo (tudung teger) waktu pesta adat dan pesta guro-guro aron.
  • Kain ini juga digunakan sebagai tanda penghormatan kepada puang kalimbubu pada saat wanita lanjut usia meninggal dunia (morah-morah)

Minggu, 07 Oktober 2012

LIMA KEUNTUNGAN MENJADI VEGETARIAN


1.Pencernaan Jadi Sehat.


Dengan memakan banyak sayuran dan buah berarti semakin banyak serat yang dikonsumsi, sehingga akan menjaga usus besar tetap bersih.



2.Terhindar dari Lemak Jahat.


Sayur dan buah merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan lemak yang sangat baik dan tidak membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, menjadi vegetarian dapat membuat tekanan darah tetap dalam batas aman dan jantung juga selalu dalam kondisi sehat.


3.Terhindar dari Racun Lemak Hewan.


Daging hewan yang dikonsumsi terkadang memicu adrenalin untuk memproduksi steroid dan hormon stress. Hormon inilah yang akan dilepas di aliran darah. Saat dikonsumsi oleh manusia, ini akan berformasi menjadi racun yang kemungkinan dapat membahayakan tubuh.


4.Mengurangi Terkena Resiko Kanker.


Pola makan vegetarian banyak mengkonsumsi zat antioksidan, mineral, fitokimia, vitamin dan banyak nutrisi lain. Beberapa nutrisi tersebut dapat meningkatkan sistem imunitas yang mampu melawan berbagai jenis penyakit kanker.





5.Berat Badan Lebih Terjaga.





Dengan menjadi vegetarian, terbukti dapat menurunkan bobot tubuh seseorang secara perlahan. Makanan vegetarian mampu membuat kenyang lebih lama sehingga terhindar dari rasa lapar, sehingga seseorang pun akan makan lebih sedikit.